Uang Receh Kejutan
By: Ina NJ
Setiap hari, sebelum berangat sekolah Mama
akan memberikan Anum uang jajan dan menyiapkan bekal makanan. Pagi itu, Mama
memberikan Anum uang receh untuk jajan.
“Mama… Anum nggak mau uang receh” Anum
meletakkan dua keping uang receh lima ratusan diatas meja.
“Kenapa Anum, kan buat jajan disekolah lebih
mudah, tidak butuh kembalian”. Mama memasukkan uang receh itu kembali kedalam saku
Anum.
“Nggak mau Ma, Anum maunya uang kertas”. Anum
cemberut.
“Ya
sudah…” Mama memberikan selembar uang dua ribuan kepada Anum.
“Ayo, nanti terlambat sekolah”.
Setelah mencium tangan mama, Anum bergegas
naik ke motor ayah.
Siangnya Mama meminta Anum kewarung untuk
membeli tepung.
Anum datang dengan membawa sekantong tepung.
“Ini kembaliannya ma, uang receh semua, dua
ribu lima ratus” Anum mengeluarkan lima buah uang receh lima ratusan dari
sakunya dan membiarkan uang receh tersebut berserakan.
“Anum, tidak boleh begitu, itu juga uang,
sama berharganya dengan uang kertas” Mama menegur Anum.
Esok harinya, Mama malah memberikan Anum selembar
uang dua ribuan dan dua buah uang receh lima ratusan untuk jajan. Seterusnya
selalu begitu. Padahal Mama kan tahu Anum tidak suka uang receh. Anum tidak mau
mengambil uang receh itu dan selalu meninggalkannya diatas meja.
Anum tidak suka uang receh karena mudah
sekali tercecer, terselip dimana-mana dan hilang, sehingga Anum tidak bisa
jajan. Walaupun, sebenarnya Anum juga tidak perlu jajan karena Anum membawa bekal
makanan kesekolah.
Waktu kenaikan kelas hampir tiba. Anum senang
sekali. Pasti Mama dan Ayah akan membelikan Anum seragam dan perlengkapan
sekolah baru.
Tapi, semalam Anum mendengar Ayah dan Mama
ngobrol dimeja makan, tentang barang-barang yang harganya mulai naik dan
bertambah mahal.
“Aduuhh…, bagaimana kalau harga seragam dan
perlengkapan sekolah juga ikut naik”. Anum kasihan sama Mama dan Ayah kalau
harus menghabiskan banyak uang untuk membeli keperluan sekolah Anum. Lalu bagaimana
ya?
Hari ini hari minggu. Anum baru saja bangun
tidur, tiba-tiba Mama mengatakan kalau Mama dan Ayah punya kejutan buat Anum.
Hmmm… Anum jadi penasaran.
Rasanya, ulang tahun Anum masih lama.
Kejutan apa ya?
Mama meminta Anum menutup matanya. Anum
menurut sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah gerangan kejutan yang akan
diberikan Mama?
Saat Anum membuka matanya, Anum kaget melihat
setoples besar uang receh didepannya. Uang receh yang banyak sekali.
“Mama dari mana dapat uang receh sebanyak
ini” Anum merasa heran.
“Ini adalah uang receh yang Mama kumpulkan
dari uang jajan Anum yang tidak mau Anum ambil”. Kata Mama.
“Mama juga selalu memasukkan uang receh yang
Mama punya ketoples ini. Sampai sekarang jadi terkumpul sebanyak ini”.
“Ayo kita hitung…” teriak Ayah dengan
semangat.
Mereka bertiga butuh waktu satu jam untuk
menghitung semua uang receh didalam toples itu. Jumlahnya membuat Anum terkejut.
“Jumlah semuanya adalah empat ratus tiga
puluh dua ribu tiga ratus rupiah” kata Mama.
“Waaahh, banyak ya Ma…” Anum kagum uang receh
tersebut jumlahnya banyak sekali.
“Iya… uang ini cukup untuk membeli seragam
dan tas baru buat Anum” Mama tersenyum gembira.
“Tapi Ma, apa penjual seragamnya mau menerima
uang receh ini?” Tanya Anum khawatir.
“Besok, sebelum pergi membeli seragam, kita
ke bank dulu untuk menukarkan uang receh ini dengan uang kertas. Di bank, ada
mesin penghitung uang receh otomatis” kata Ayah pada Anum.
“Nah, Anum sekarang tahu kan, kalau uang
receh itu nilai dan fungsinya sama dengan uang kertas. Jadi mulai sekarang Anum
tidak boleh menyia-nyiakan uang berapapun nilainya. Anum harus menghargainya. Anum
juga harus mulai menabung. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit” jelas Mama.
“Uang adalah rezeki yang diberikan Tuhan
kepada kita, jadi kita harus bijaksana memanfaatkannya..” Tambah Ayah.
“Hmmm.. Baiklah Mama dan Ayah, mulai sekarang
Anum akan cinta uang receh, Anum juga akan cinta dengan Rupiah”. Mereka bertiga
tertawa bersama. *